Saturday, August 5, 2017

PULVIS DAN PULVERES SERBUK

Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukkan. Pada pembuatan serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus lebih dahulu sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50ºC.
            Serbuk obat yang mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan dengan pertolongan kapur tohor atau bahan pengering lain yang cocok, setelah itu diserbuk dengan jalan digiling, ditumbuk dan digerus sampai diperoleh serbuk yang mempunyai derajat halus yang sesuai tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk.
DERAJAT HALUS SERBUK
            Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan 1 nomor, berarti semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan dengan 2 nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melalui pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi.
            Sebagai contoh serbuk 22/60, dimaksudkan bahwa serbuk dapat melalui pengayak nomor 22 seluruhnya, dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak nomor 60.
Nomor pengayak menunjukkan jumlah-jumlah lubang tiap 2,54 cm dihitung searah dengan panjang kawat.
Yang dimaksud dengan:
            Serbuk sangat kasar    adalah serbuk (5/8)
            Serbuk kasar                adalah serbuk (10/40)
            Serbuk agak kasar       adalah serbuk (22/60)
Serbuk agak halus       adalah serbuk (44/85)
Serbuk halus                adalah serbuk (85)
Serbuk sangat halus    adalah serbuk (120)
Serbuk sangat halus    adalah serbuk (200/300)

Tabel Nomor Pengayak
Nomor pengayak
Lebar nominal lubang (mm)
Garis tengah nominal kawat (mm)
Perbandingan
kira-kira jumlah luas lubang terhadap pengayak (%)
Penyimpangan rata-rata maksimum (%)
5
3,35
1,730
43
3,2
8
2,00
1,175
40
3,3
10
1,68
0,860
44
3,3
22
0,710
0,445
38
3,9
25
0,600
0,416
35
4,2
30
0,500
0,347
35
4,4
36
0,420
0,286
35
4,5
44
0,335
0,222
38
4,8
60
0,250
0,173
35
5,2
85
0,180
0,119
36
5,6
100
0,150
0,104
35
6,3
120
0,125
0,087
35
6,5
150
0,105
0,064
39
7,0
170
0,090
0,059
36
7,3
200
0,075
0,052
35
8,1
300
0,053
0,032
39
9,1

Untuk pembuatan serbuk atau serbuk bagi, FI III memberi petunjuk digunakan zat dengan derajat halus sebagai berikut:

Serbuk sangat halus (120); Carbo adsorben, Acidum Boricum, Sulfur precipitatum, Magnessi Carbonas, Magnessi Oxydum, Talcum.

Cara-cara Sterilisasi

Menurut FI edisi III
  1. Cara A
  2. Cara B
  3. Cara C
  4. Cara D
  5. Aseptik 
Menurut FI edisi IV, terbagi menjadi:

  1. Sterilisasi Uap
  2. Sterilasasi Panas Kering
  3. Sterilisasi Penyaring Bakteri
  4. Sterilisasi Gas
  5. Sterilisasi Radiasi Ion
  6. Teknik Aseptis 
Metode sterilisasi
Ä         Metode sterilisasi terutama ditentukan oleh sifat sediaan tersebut.
Ä          Jika memungkinkan, penyaringan dengan penyaring membran steril secara aseptik merupakan metode yang baik.
Ä         Jika pemanasan tidak mempengaruhi stabilitas sediaan, maka sterilisasi obat dalam wadah akhir dengan otoklaf juga merupakan pilihan baik.
Ä         Pendaparan obat tertentu disekitar pH fisiologis dapat menyebabkan obat tidak stabil pada suhu tinggi.
Ä         Penyaringan dengan menggunakan penyaring bakteri adalah suatu cara yang baik untuk menghindari pemanasan, namun perlu perhatian khusus dalam pemilihan, perakitan dan penggunaan alat-alat. Sedapat mungkin gunakan penyaring steril 1x pakai. ( FI IV hal 13)

Cara-cara Sterilisasi (FI IV hal 1112, FI III hal 18)
1.        Sterilisasi uap
      Proses sterilisasi termal menggunakan uap jenuh di bawah tekanan berlangsung di suatu bejana yang disebut otoklaf. Suatu siklus otoklaf yang ditetapkan dalam farmakope, untuk media atau pereaksi adalah selama 15 menit, 1210C, kecuali dinyatakan lain.
      Prinsip dasar kerja alat: udara di dalam bejana diganti dengan uap jenuh, dan hal ini dicapai dengan menggunakan alat pembuka atau penutup khusus.
      Pengerjaan: sediaan yang akan disterilkan diisikan ke dalam wadah yang cocok, kemudian ditutup kedap. Jika volume dalam tiap wadah tidak lebih dari 100 ml, maka sterilisasi dilakukan dengan uap air jenuh pada suhu 115oC-116oC selama 30 menit. Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 100 ml, maka waktu sterilisasi diperpanjang hingga seluruh isi tiap wadah berada pada 115oC-116oC selama 30 menit.



2.        Sterilisasi Panas Kering
·           Proses sterilisasi termal untuk bahan yang tertera di farmakope dengan menggunakan panas kering biasanya dilakukan dengan suatu proses bets dalam suatu oven yang didesain khusus untuk tujuan tersebut. Distribusi panas dapat berupa sirkulasi atau disalurkan langsung dari suatu nyala terbuka. Suatu proses berkesinambungan sering digunakan untuk sterilisasi dan depirogenisasi alat kaca sebagai bagian dari sistem pengisian dan penutupan kedap secara aseptik yang berkesinambungan dan terpadu.
·           Pengerjaan:
Sediaan yang akan disterilkan dimasukkan kedalam   wadah lalu ditutup kedap atau penutupan ini bersifat sementara untuk mencegah pencemaran. Jika volume dalam tiap wadah tidak lebih dari 30 ml, maka panaskan pada suhu 150oC selama 1 jam. Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 30 ml, maka waktu 1 jam dihitung setelah seluruh isi tiap wadah mencapai suhu 150oC. Wadah yang tertutup sementara, kemudian ditutup kedap menurut Teknik Aseptik

3.        Sterilisasi gas
     Pilihan untuk menggunakan sterilisasi gas sebagai alternatif dari sterilisasi termal sering dilakukan jika bahan yang akan disterilkan tidak tahan terhadap suhu tinggi pada proses sterilisasi uap atau panas kering.
      Bahan aktif yang umumnya digunakan pada sterilisasi gas adalah etilen oksida.
      Keburukan dari bahan ini adalah sangat mudah terbakar (walaupun sudah dicampur dengan gas inert yang sesuai), bersifat mutagenik dan kemungkinan adanya residu toksik dalam bahan yang disterilkan terutama yang mengandung ion klorida.
      Proses sterilisasi umumnya berlangsung dalam bejana yang bertekanan yang didesain sama seperti pada otoklaf tetapi dengan tambahan bagian khusus yang hanya terdapat pada alat sterilisasi yang menggunakan gas.
    Keterbatasan utama dari proses sterilisasi etilen oksida adalah terbatasnya kemampuan gas tersebut untuk berdifusi sampai ke daerah yang paling dalam dari bahan yang disterilkan.
      Gas yang lain yang dapat dipakai yaitu formaldehid.

4.        Sterilisasi dengan radiasi ion
  Keunggulan sterilisasi iradiasi meliputi reaktivitas kimia rendah, residu rendah yang dapat diukur dan kenyataan yang membuktikan bahwa variabel yang dikendalikan lebih sedikit.
  Ada 2 jenis radiasi ion yang digunakan yaitu:
            - disintegrasi radioaktif dari radioisotop (radiasi γ)
            - radiasi berkas elektron.
  Iradiasi hanya menimbulkan sedikit kenaikan suhu tetapi dapat mempengaruhi kualitas dan jenis plastik/kaca tertentu.
5.        Sterilisasi dengan penyaringan
·           Sterilisasi larutan yang labil terhadap panas .
·           Dilakukan dengan penyaringan menggunakan bahan yang dapat menahan mikroba, sehingga mikroba yang dikandung dapat dipisahkan secara fisika.
·           Perangkat penyaring umumnya terdiri dari suatu matriks berpori bertutup kedap atau dirangkaikan pada wadah yang tidak permeabel.
·           Efektivitas suatu penyaring media atau penyaring substrat tergantung pada ukuran pori bahan dan dapat tergantung pada daya absorbsi bakteri pada atau dalam matriks penyaring atau bergantung pada mekanisme pengayakan.
·           Penyaringan untuk tujuan sterilisasi umumnya dilaksanakan menggunakan rakitan yang memiliki membran dengan porositas nominal 0,2 μm atau kurang

Anatomi dan Fisiologi Manusia

Sistem Digestive

1. Sebutkan bagian-bagian lambung!

Jawab :

· Fundus (bagian atas) : bagian terbesar sebelah kiri dan yang terpenting adalah pembukaan dari esofagus ke lambung

· Corpus (bagian tengah) : bagian tengah lambung

· Pylorus (pelepasan lambung) : bagian terbawah lambung


2. Sebutkan dan jelaskan enzim yang dihasilkan usus halus!

Jawab :

Enzim yang dihasilkan usus halus antara lain :

• Enterokinase : mengaktifkan tripsinogen yang dihasilakn pankreas

• Laktase : mengubah laktosa menjadi glukosa.

• Erepsin / dipeptidase : mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino.

• Maltase : mengubah maltosa menjadi glukosa.

• Disakarase : mengubah disakarida menjadi monosakarida.

• Peptidase : mengubah polipeptida menjadi asam amino.

• Sukrase : mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

• Lipase : mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.


3. Apa yang dimaksud dengan gastritis?

Jawab :
Gastritis adalah radang yang akut pada lapisan mukosa dinding lambung yang disebabkan karena makan makanan atau karena kelebihan asam lambung.

Sistem Endokrin

1. Apa yang dimaksud dengan hormon?
Jawab :
Hormon adalah bahan substansi biologi yang dihasilkan oleh kel. Buntu organ tertentu dalam jumlah kecil, masuk aliran darah, mempunyai organ sasaran dan dapat mendorong atau menghambat fungsi dari organ sasaran (target) tersebut.


2. Sebutkan sumber penghasil hormon!
Jawab :
Sumber penghasil hormon :
· Organ dalam tubuh
· Tumbuh – tumbuhan
· Dibuat secara sintesis


3. Sebutkan fungsi hormon adrenalin / epinephrin!
Jawab :
Fungsi hormon adrenalin / epinephrine :
· Dilatasi bronchial ® penderita asma

· Meningkatkan kerja jantung

· Merangsang kontraksi otot polos

· Mempertinggi kecepatan metabolisme umum

· Meningkatkan glukosa darah

· Sebagai neuro trnasmiter sistem syaraf simpatis bersama – sama dengan nor adrenalin ® neurohumor

Sistem Kardiovaskular

1. Sebutkan ruang jantung!

Jawab :

Jantung terdiri atas 4 ruang :

a. 2 ruang yg berdinding tipis yang disebut atrium (serambi)

· Atrium kanan

· Atrium kiri

b. 2 ruang yg berdinding tebal yang disebut ventrikel (bilik)

· Ventrikel kanan

· Ventrikel kiri


2. Ada berapa macam sistem peredaran darah manusia? Sebutkan!
Jawab :
Sistem peredaran darah pada manusia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu peredaran darah paru-paru (peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar).

3. Mengapa peredaran darah manusia disebut peredaran darah tertutup?
Jawab :
Karena peredaran darah manusia selalu melalui pembuluh darah.

Sistem Reproduksi

1. Sebutkan alat-alat reproduksi laki-laki!
Jawab :
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari:
· Sepasang testis
· Saluran-saluran kelamin
· Kelenjar-kelenjar tambahan
· Penis


2. Sebutkan alat-alat reproduksi pada wanita!
Jawab :
Alat reproduksi pada wanita berupa:
· Sepasang ovarium
· Oviduk/tuba fallopii
· Uterus
· Vagina
· Organ kelamin bagian luar

3. Apa yang dimaksud dengan fertilisasi/proses pembuahan?
Jawab :
Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel sperma dengan satu sel telur (ovum) yang sudah matang.

Sistem Respirasi

1. Sebutkan organ pernapasan manusia!
Jawab :
Organ pernapasan manusia :
· Hidung
· Tenggorokan / trakea
· Bronkus
· Paru-paru (bronkiolus dan alveolus)


2. Sebutkan fungsi rongga hidung!
Jawab :
Fungsi Rongga Hidung :
· Filter (penyaring) partikel-partikel mencegah yang berpotensi menyebabkan penyakit.
· Memberi kelembaban dan menghangatkan udara.
· Tempat reseptor pembau (olfaktori).


3. Apa yang dimaksud dengan alveoli?
Jawab :
Alveoli adalah percabangan Bronkhioli diameter sekitar 0,5 mm dengan ujung buntu membentuk kantung disebut alveolus.


Sistem Urinari
1. Sebutkan struktur ginjal!
Jawab :
· Kapsul ginjal

· Korteks Ginjal – daerah luar

· Medula Ginjal – daerah dalam

· Pelvis Ginjal – saluran pengumpul

2. Apa saja komposisi air kemih?

Jawab :

Komposisi air kemih terdiri dari:

· Air, kira-kira 95-96%

· Larutan (4%):

a. Larutan organik : Urea, ammonia, kreatin, dan uric acid.

b. Larutan anorganik : Natrium (sodium), klorida, kalium (potasium) (5 mEq), sulfat, magnesium, dan fosfor, elektrolit, kalsium, NH3, bikarbonat.

· Pigmen (bilirubin, urobilin)

· Toksin

· Hormon


3. Sebutkan 3 tahap pembentukan urine!

Jawab :

Urin terbentuk melalui 3 tahap :

· Filtrasi

· Reabsorpsi Sekresi/Augmentasi

Alkaloid

1. ALKALOIDA PIRIDIN DAN PIPERIDIN

PIPERIS NIGRI FRUCTUS 
NTA : Piperis nigri
Fam : Piperaceae
Isi : Piperini 
Guna : Karminativa, iritasi local

CONII FRUCTUS 
NTA : Conium maculatum
Fam : Umbelliferae
Isi : koniin
Guna : antispasmodik dan sedative

ARECAE SEMEN 
NTA : Areca catechu
Fam : Palmae
Isi : arekolin
Guna : anthelmentikum pada hewan

NICOTIANAE FOLIUM 
NTA : Nicotiana tobaccum
Fam : Solanaceae
Isi : nikotin
Guna : antiparasit, insektisida dan antitetanus

GRANATI FRUCTUS
NTA : Punica granatum
Fam : Punicaceae
Isi : kuli
Guna : taenifuga

2. ALKALOIDA TROPAN

STRAMONII FOLIUM
NTA : Datura stramonium D. Metel
Fam : Solanacea
Isi : Skopolamin
Guna : antispasmodik dan sedative

HYOSCYAMI HERBA
NTA : Hyoscyamus muticus dan H. Niger
Fam : Solanaceae
Isi : Hiosiamin dan skopolamin
Guna : relaksan pada otot
COCA FOLIUM
NTA : Erythroxylum coca, E. Rusby dan E. Novogranatense
Fam : Erythroxylaceae
Isi : Kokain
Guna : analgetik, antiemetik dan midriatik

BELLADONNAE HERBA
NTA : Atropa belladonna
Fam : Solanaceae
Isi : Tropan dan hiosiamin
Guna : antispamolitik, antikolinergik, anti asma dan midriatik

3. ALKALOIDA KUINOLIN

ACRONYCHIA CORTEX
NTA : Acronychia bauery
Fam : Rutaceae
Isi : Akronisina
Guna : Antineoplastik 

CINCHONAE CORTEX
NTA : Cinchona succirubra, C. Calisaya, C. Officinalis, C. Ledgeriana
Fam : Rubiaceae
Isi : Kinina, Kinidina, Sinkonidin, Sinkonidina
Guna : anti malaria

NTA : Camptotheca acuminata
Fam : Nyssaceae
Isi : Camptothecin.
Guna : antikanker
Bagian yang digunakan : buah, sebagian kayu atau kulit

4. ALKALOIDA ISOKUINOLIN

PAPAVERIS FRUCTUS
NTA : Papaver somniferum dan P. Bracheatum
Fam : Papaveraceae
Isi : Morfin
Guna : analgetik

IPECACUANHAE RADIX
NTA : Cephaelis ipecacuanha dan C. Acuminata
Fam : Rubiaceae
Isi : Emetina
Guna : emetik dan ekspektoran

HYDRASTIS RHIZOMA
NTA : Hydrastis canadensis
Fam : Ranunculaceae
Isi : Hidrastina dan Karadina
Guna : adstrigensia

BERBERIS RHIZOMA
NTA : Berberis vulgaris, B. Amition, B. aristaca
Fam : Berberidaceae
Isi : Beberina
Guna : zat pahit/amara dan antipiretik

5. ALKALOIDA INDOLA

RAUWOLFIAE RADIX
NTA : Rauwolfia serpentine, R. canescens, R. micratha, dan R. tetraphylla
Fam : Apocynaceae
Isi : Reserpina
Guna : antihipertensi, tranquIlizer

VINCHAE HERBA , CATHARANTHI HERBA
NTA : Vinca rosea, Catharanthus roseus
Fam : Apocynaceae
Isi : Vinblastina, vinleusina, vinrosidina, vinkristina
Guna : antitumor

NTA : Physostigma venenosum
Fam : Leguminosae
Isi : fisostigmina dan eserina
Guna : konjungtiva pengobatan glaukoma.
Bagian yang digunakan : Biji

NTA : Claviceps purpurea
Fam : Hypocreaceae
Isi : ergotoksina, ergonovina, dan ergometrina
Guna : vasokonstriktor, oxytoksik

NTA : Secale cornutum
Fam : Graminae
Isi : ergotoksina, ergonovina, dan ergometrina
Guna : vasokonstriktor, oxytoksik

NTA : Strichnos crevauxii, C. Castelnaci, C. Toxifera (fam:loganiaceae) dan Chondodendron tomentosum
Fam : Menispermaceae
Isi : Kurare
Guna : relaksan pada otot

STRYCHNI SEMEN
NTA : Strychnos nux-vomica dan S. ignatii
Fam : Loganiaceae
Isi : Strichnina & Brusina
Guna : tonikum dalam dosis yang kecil sedangkan dalam pertanian digunakan sebagai ratisida (racun tikus).

6. ALKALOIDA STEROID

VERATRI RHIZOMA
NTA : Veratrum viride
Fam : Liliaceae
Isi : Germidina, Germitrina
Guna : antihipertensi

VERATRI RHIZOMA
NTA : Veratrum album
Fam : Liliaceae
Isi : Protoveratrin
Guna : insektisida dan antihipertensi

SEBADILLA SEMEN 
NTA : Schonecaulon officinalis
Fam : Liliaceae
Isi : Sevadina
Guna : insektisida

7. ALKALOIDA IMIDAZOLA

NTA : Pilocarpus jaborandi atau Jaborandi rermambuco, P. Microphylus atau J. marashm, dan P. Pinnatifolius atau J. Paraguay
Fam : Rutaceae
Isi : pilokarpin
Guna : konjungtiva pada penderita glaucoma
Bagian yang digunakan : daun

8. ALKALOID LUPINAN

NTA : Lunpinus luteus, Cytisus scopartus
Fam : Leguminocaea
Isi : lupinan
Guna : Oksitosik
Bagian yang digunakan : daun

NTA : Anabis aphylla
Fam : Chenopodiaceae
Isi : lupinan
Guna : oksitoksik
Bagian yang digunakan : daun

9. ALKALOIDA AMINA

EPHEDRAE HERBA
NTA : Ephedra distachya, E. Sinica dan E. Equisetina
Fam : Gnetaceae
Isi : Efedrina
Guna : bronkodilator

COLCHICI SEMEN
NTA : Colchicum autumnalei
Fam : Liliaceae
Isi : Kolkisina
Guna : antineoplasmik dan stimulan SSP

NTA : Catha edulis
Fam : Celastraceae
Isi : Efedrina
Guna : stimulan pada SSP
Bagian yang digunakan : daun

NTA : Lophophora williamsii
Fam : Cactaceae
Isi : Meskalina
Guna : halusinasi dan euphoria

10. ALKALOIDA PURIN

COFFEAE SEMEN
NTA : Coffe arabica, C. Liberica
Fam : Rubiaceae
Isi : Kafeina
Guna : stimulan

NTA : Camellia sinensis
Fam : Theaceae
Isi : kafein
Guna : stimulan

NTA : Cola nitida
Fam : starculiaceae
Isi : kafein
Guna : stimulan

NTA : Theobroma cacao
Fam : Sterculaceae
Isi : Theobromina
Guna : diuretik dan stimulan SSP
Bagian ang digunakan : biji

Entri yang Diunggulkan

Laporan Injeksi Camphora Oleosa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sterilisasi adalah suatu cara untuk inaktivasi / eliminasi mikroorganisme hidup termauk spora. Pembuat...

Total Pageviews